Jasa Penerjemah Bahasa Sasaran ada bebarapa metode

Jasa Penerjemah Bahasa belanda PT SUMBER RAHAYU JAYA

Jasa Penerjemah Bahasa Sasaran ada beberapa metodenya:

1.Adaptasi (Adaptation)

Terjemahan adaptasi (adaptation). Terjemahan inilah yang dianggap paling bebas dan palingdekat kebahasaan sasaran. Terutama untuk jenis terjemahan drama dan puisi, tema, karakter dan alur biasanya dipertahankan. Dalam karangan ilmiah logikanya diutamakan, sedangkan contok dikurangi atau ditiadakan.

2.Penerjemahan Bebas (Free Translation)

Terjemahan bebas (free trantation). Penerjemahan bebas adalah penulisan kembali tanpa melihat tanpa aslinya. Biasanya merupakan parafrase yang dapat lebih pendek atau lebih panjang dari aslinya. 

3.Penerjemahan Idiomatik (Idiomatic Translation)

Terjemahan idiomatiuk (idiomatic translation). Dalam terjemahan jenis ini pesan bvahasa sumber disampaikan kembali tetapi ada penyimpangan nuansa makan karena mengutamakan kosa kata sehari-hari dan idiom dan tidak ada di dalam bahasa sumber tetapi bisa dipakai dalam bahasa sasaran.

4.Penerjemahan Komunikatif (Communicative Translation).

Terjemahan komunikatif (communicative translation). Terjermahan ini berusaha menyampaikan makna kontekstual dari bahasa sumber sedemikian rupa, sehingga isiu dan bahasanya berterima dan dapat dipahami oleh dunia pembaca bahasa sasaran. Terjemahan ini biasanya dianggap terjemahan yang ideal.

Selain pengertian di atas, juga terdapat beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli dibidang bahasa, antara lain yaitu Catford (1965), menggunakan pendekatan kebahasaan dalam melihat kegiatan penerjemahan dan ia mendefinisikan terjemah yaitu “mengganti bahan teks dalam bahasa sumber dengan bahan teks yang sepadan dalam bahasa sasaran”. Selain Catford,  Newmark (1988) juga memberikan definisi serupa, namun lebih jelas lagi. Menurutnya terjemah yaitu: “menerjemahkan makna suatu teks ke dalam bahasa lain sesuai dengan yang dimaksudkan pengarang.” Sedangkan Ibnu Burdah mendefinisikan terjemah dengan sangat sederhana sebagai “usaha memindahkan pesan dari teks bahasa Belanda (teks sumber) dengan padanannya ke dalam bahasa Indonesia (bahasa sasaran).”

Adapun yang dimaksud dengan terjemahan bebas (Tafsiriyyah), bukan berarti seorang penerjemah boleh menerjemahkan sekehendak hatinya, sehingga esensi terjemahan itu sendiri hilang. Bebas di sini berarti seorang penerjemah dalam menjalankan misinya tidak terlalu terikat oleh bentuk maupun struktur kalimat yang terdapat pada naskah yang berbahasa sumber. Ia boleh melakukan modifikasi kalimat dengan tujuan agar pesan atau maksud penulis naskah mudah dimengerti secara jelas oleh pembacanya. misal orang indonesia dapat text bahasa belanda dan diterjahkan ke bahasa indonesia yang terpenting apa isi text dalam bentuk bahasa belanda, orang itu tahu wlpon sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia. Berdasarkan paparan di atas berikut ini penulis memfokuskan bahasan makalah ini tentang terjemahan harfiah yang diambil dari sumber utama: A Textbook of Translation, Chapter 7 oleh Peter Newmark.

Posted on September 8, 2016 in Journal, Uncategorized

Share the Story

About the Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top