Asal Mula Sejarah Penerjemah Bahasa Asing

Asal Mula Sejarah Penerjemah Bahasa Asing

Asal Mula Sejarah Penerjemah Bahasa Asing

Para ahli bahasa telah lama bersepakat bahwa sejumlah bahasa yang dikenal saat ini dari bahasa Inggris ke Yunani ke Hindia dikenal sebagai “bahasa Indo-Eropa”–merupakan keturunan modern dari rumpun bahasa yang pertama kali muncul dari satu nenek moyang sejak ribuan tahun lalu. Kini, sebuah studi terbaru memberi informasi lebih lanjut tentang kapan dan di mana bahasa Indo-Eropa itu banyak digunakan. Menggunakan data lebih dari 150 bahasa, para ahli bahasa dari University of California, Berkeley, memberikan bukti bahwa bahasa nenek moyang ini terbentuk 5500-6500 tahun lalu. “Lokasinya di padang Pontic-Kaspia yang membentang dari Moldova dan Ukraina ke Rusia dan Kazakhstan barat,” tulis para peneliti, seperti dikutip dalam Sciencedaily, Jumat, 20 Februari 2015.

Tim Peneliti

yang terdiri atas Will Chang, Chundra Cathcart, David Hall, dan Andrew Garrett, menuliskan temuan ini dalam artikel berjudul Ancestry-constrained phylogenetic analysis supports the Indo-European steppe hypothesis yang akan diterbitkan dalam jurnal Language pada Maret mendatang. Artikel ini memberikan dukungan baru untuk “hipotesis stepa” atau “hipotesis Kurgan”. Teori itu menyatakan bahasa Indo-Eropa pertama kali menyebar dengan perkembangan budaya di kawasan peternakan sekitar 4500-3500 sebelum Masehi. Sebuah teori alternatif mengusulkan bahwa bahasa itu telah menyebar jauh lebih awal, yaitu sekitar 7500-6000 SM, di Anatolia pada zaman Turki modern.

Kata Yunani Kuno

untuk penerjemah adalah Hermêneus, yang secara langsung terkait dengan nama dewa Hermes. Verba Hermêneus berarti memaknai bahasa asing, menerjemahkan, menjelaskan, mengomentari, menuangkan dalam kata-kata, menyatakan, mendeskripsikan, dan menulis. Banyaknya makna yang berbeda untuk istilah Yunani yang mengacu pada penerjemah atau juru bahasa itu (perantara, penengah, dsb.) menunjukkan bahwa juru bahasa hampir bisa dipastikan telah ada pada jaman prasejarah – jaman ketika tulisan belum ditemukan. Pada zaman kuno, gagasan dan wawasan ditransfer dari satu budaya ke budaya yang lain, terutama melalui para musafir dan pedagang yang berpindah-pindah. Secara bertahap, penerjemahan mulai memainkan peran utama dalam perkembangan budaya dunia. Penerjemahan memiliki peran besar dalam pergerakan pengetahuan dari Yunani Kuno ke Iran, dari India ke jazirah Arab, dari Islam ke Kristen, dan dari Eropa ke Cina dan Jepang dan seterusnya.

Contoh Historis Besar

bagaimana penerjemahan memperkenalkan satu budaya ke budaya yang lain. Pertama adalah penerjemahan kitab suci Budha dari berbagai ragam bahasa India ke dalam bahasa Cina. Kedua adalah penerjemahan karya-karya filsuf dan ilmuwan Yunani dari bahasa Yunani dan Syam ke dalam bahasa Arab, yang dengan demikian memperkenalkan mereka dengan dunia Islam.

Posted on Agustus 22, 2016 in Journal, Uncategorized

Share the Story

About the Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top